Seperti sudah disebutkan di muka bahwa rekening giro (rekening koran) merupakan rekening yang sering beralih di dalam waktu-yang tidak bisa ditentukan. Sementara untuk kepentingan nasabah perihal mutasi simpanan gironya, dan juga di dalam usaha memberikan layanan yang baik, pada akhir bulan umumnya cek mutasi bank memberikan laporan kepada setiap nasabah giro dalambentuk rekening koran.

Mutasi (perubahan) giro nasabah berlangsung sebagai akibat terdapatnya transaksi penyetoran, penarikan, adanyajasa giro untuk keuntungan nasabah dan terdapatnya ongkos yang dibebankan kepada nasabah. Semua transaksi berikut dicatat oleh bank ke di dalam rekening giro (rekening koran) nasabah yang bersangkutan.

Mekanisme debet kredit di dalam rekeninggiro, tidak tidak sama dengan mencatat transaksi ke di dalam rekening hutang.Dalam perihal ini hutang bank kepada nasabahnya. Dengan demikianlah setiap berlangsung penambahan hutang bank kepada nasabah, dicatat di segi kredit. Sementara transaksi yang sebabkan pngurangan hutang bank, dicatat di segi debet.

Transaksi penerimaan setoran giro, dipandang dari pihak bank merupakan penambahan hutang bank kepada nasabah. Oleh karena itu dicatat oleh bank di segi kredit rekening giro nasabah yang bersangkutan. selagi transaksi penarikan giro oleh nasabah merupakan pengurangan hutang bank kepada naabah. Oleh karena itu dicatat di segi debet rekening giro nasabah yang bersangkutan.